I'm Just An Ordinary Woman ^_^

Tuesday, October 27, 2015

My Grape World: Grape Diseases alias Penyakitnya Anggur..

Bercocok tanam anggur, selain memahami nutrisi dan teknik yang dibutuhkan pertumbuhan dan pembuahan anggur, harus pula memahami penyakit-penyakit yang berpotensi mengancam pertumbuhan anggur. Menghadapi penyakit anggur ini tidak kalah mumetnya dengan pemenuhan nutrisi anggur. diperlukan kecermatan dalam mengidentifikasinya dan pemilihan cara untuk mengatasinya. Koleksi anggur pribadi telah mengalami beberapa kali serangan dan cukup membuat stress juga hehehe...
Terkait penyakit anggur ini, saya banyak sharing dengan sahabat-sahabat hobiis anggur. Berikut penyakit-penyakit anggur yang pernah hinggap di beberapa koleksi varietas anggur yang saya miliki.
  • Jamur
Musuh utama anggur di musim hujan adalah jamur. Jamur pada anggur ini bisa berupa downy mildew yaitu serbuk kuning yang ada di bawah daun ataupun powdery mildew berupa serbuk putih yang ada di permukaan daun dan menyerang pada cluster buah anggur juga. Pun begitu, tidak menutup kemungkinan pula jamur akan menyerang pada musim kemarau. Ini terjadi pada beberapa bibit anggur di rumah. Varietas okusgozu dari Turki sempat terserang powdery mildew di daunnya bahkan pada varietas pione dari biji, powdery mildew merembet ke batang sehingga memutus jalur nutrisi dan batang yang rencananya akan dijadikan batang sekunder, mendadak layu.

powdery mildew menyerang daun
Untuk mengatasi permasalahan jamur powdey mildew ini kemarin saya menggunakan fungisida serbuk yang dilarutkan dalam air dengan takaran, kalo saya tidak salah ingat kurang lebih 4gr/liter. Langkah tersebut sejauh ini cukup efektif untuk mengatasi jamur powdery mildew ini. 

Ring berwarna hitam karena serangan jamur ini menyabotase nutrisi ke ujung batang

Penampakan ring warna hitam tadi saat batang di belah. Bagian dalam batang yang mulai membusuk hanya di spot ring yang berwarna hitam tadi. Batang sebelum ring dan sesudah ring tadi masih berwarna hijau.


Batang yang diserang jamur (ring hitam) tadi tampak mengering.

Sedangkan untuk jamur yang menyerang batang, baru kali ini saya mengalaminya. Tadinya saya kira ini disebabkan oleh semacam kutu penggerek batang. Setelah curhat dengan rekan yang bergelut dengan hama tanaman, Diketahui bahwa itu merupakan serangan jamur. Katanya, itu sebenernya masih bisa ditolong dengan menggunakan serbuk fungisida yang dibuat seperti pasta dan dioleskan pada ring hitam tadi. Tapi batang yang mengering tadi sudah terlanjur kuamputasi..hehe...
Membaca beberapa artikel di internet, ternyata ada juga fungisida organik yang menggunakan bahan bumbu dapur berupa rimpang-rimpangan (orang Jawa bilangnya empon-empon) yaitu jahe, kunyit dan laos/lengkuas. Bahan-bahan organik ini bisa untuk pembasmian juga pencegahan. Namun saya pernah ngobrol dengan penyedia pupuk dan obat-obatan tanaman katanya untuk bahan-bahan organik ini lebih digunakan untuk pencegahan dan kurang efektif untuk pembasmian. Entah opini ini bener apa tidak. Sejauh ini saya baru satu kali saya menggunakan fungisida dan itu kimiawi. Akan dipertimbangkan untuk menggunakan ramuan empon-empon untuk persiapan musim hujan mendatang dalam rangka pencegahan jamur :)


  • Kutu
Kutu yang menyerang tanaman anggur koleksi di rumah sejauh ini ada 3-4 macam. Cukup menjengkelkan. Ga tau apakah penyakit yang disebabkan kutu-kutu ini lagi tren (endemik) di daerah sekitar rumah atau gimana. Serangan kutu ini seolah ga pernah berhenti. Yang pertama kutu thrips. Kutu kecil berbentuk panjang ini ada yang berwarna hitam ada yang putih. Thrips hitam seolah menghisap klorofil sehingga ada spot-spot kering pada daun. Daun-daun yang diserang ini lama kelamaan akan rusak. Sedangkan untuk thrips yang berwarna putih menempel pada tulang-tulang daun. Daun yang terserang thrips putih akan mengkerut dan tidak sehat. Daun yang mengkerut dapat pula disebabkan oleh kutu bulat berwarna hitam dan oranye. Saya kurang begitu paham apakah ini tergolong thrips juga ataukah bukan. Berikut penampakan serangan thrips pada tanaman anggur.
daun yang diserang thrips berwarna hitam

Kutu-kutu bulet berwarna hitam dan oranye tampak menikmati lezatnya daun anggur

Penampakan daun anggur setelah dimangsa thrips putih
Untuk membasmi thrips ini, saya kemarin memanfaatkan pestisida organik dari bahan bawang putih, spiritus dan daun mimba. Pestisida kontak ini lumayan ampuh untuk membasmi thrips. Pestisida kontak merupakan pestisida yang membasmi saat kutu tersebut terkontak langsung baik melalui kulit, celah/lubang alami pada tubuh (trachea) maupun langsung mengenai mulut serangga (http://ditjenbun.pertanian.go.id). Kebanyakan pestisida organik bersifat kontak.
Ada pula pestisida yang bersifat sistemik. Pestisida sistemik diserap oleh bagian-bagian tanaman melalui stomata, meristem akar, lentisel batang dan celah-celah alami. Selanjutnya insektisida akan melewati sel-sel menuju ke jaringan pengangkut baik xylem maupun floem. Insektisida akan meninggalkan residunya pada sel-sel yang telah dilewatinya. Melalui pembuluh angkut inilah insektisida ditranslokasikan ke bagian-bagian tanaman lainnya baik kearah atas (akropetal) atau ke bawah (basipetal), termasuk ke tunas yang baru tumbuh. Serangga akan mati apabila memakan bagian tanaman yang mengandung residu insektisida.(http://ditjenbun.pertanian.go.id). Sepertinya pestisida jenis ini cocok untuk penanganan jangka panjang dan saya akan mencoba mengaplikasikannya.
Yang kedua, kutu perisai. Morfologi kutu ini membuatnya sulit untuk dibasmi. Kutu eksis dibalik perisai atau semacam tempurung kecil yang melindunginya dari pestisida.  Perisai ini bersifat water resistant karena dilapisi semacam lilin. Kutu ini kebanyakan menyerang/menghisap batang anggur. Yang perlu diperhatikan adalah serangan pada batang tua. Warna perisai kutu ini seolah berkamuflase dengan warna kulit batang bahkan seringkali kutu ini nyelip diantara lipatan kulit. Jadi harus jeli melihatnya.

Penampakan kutu perisai yang menempel pada batang varietas red flame
Untuk mengatasi kutu sementara ini saya masih menggunakan cara manual rada anarkis, dikerik menggunakan kuku atau dicongkel pake jarum untuk kutu yang nyelip-nyelip. Ada tips dari sahabat grup anggur untuk membasmi kutu ini namun saya belum pernah mencobanya. Tipsnya adalah disikat perlahan dengan menggunakan sikat gigi dan air dicampur sabun cuci piring cair untuk menghilangkan lapisan lilinnya. Setelah itu, disemprot dengan pestisida yang telah dicampur perekat. Tips ini lebih efektif diaplikasikan pada sore hari saat kutu perisai sedang beraktivitas. Sempet terpikir pula untuk menggunakan pestisida sistemik karena kutu perisai akan menikmati batang yang mengandung residu pestisida.
Yang ketiga adalah kutu putih. Ini hama yang paling update saat ini :p Kutu ini juga banyak dijumpai pada pohon jeruk, mangga dan pepaya. Pada pohon anggur, kutu ini gemar sekali memangsa pucuk-pucuk batang dan tunas-tunas yang tentu saja menghambat pertumbuhan anggur. Sedihnya, kutu ini juga memangsa graftingan entres red flame-ku yang baru tumbuh.. Hiks.. Susah payah aku menggrafting itu...
Pucuk-pucuk batang dan tunas air yang mengerut akibat serangan kutu putih
Untuk sementara ini saya menggunakan pestisida kontak untuk membasmi kutu putih ini dan masih menunggu hasilnya. Sedangkan pada varietas lokal yang pohonnya sudah agak besar, kerutan-kerutan akibat kutu putih ini kupotong. Ada sahabat hobiis yang menyarankan juga untuk memanfaatkan pestisida sistemik agar pucuk yang mengerut kembali tumbuh normal. Nanti akan dicoba juga.

Selain serangan hama jamur dan kutu, pertumbuhan anggur juga harus dijaga dari defisiensi unsur hara makro maupun mikro. Asupan nutrisi harus diperhatikan. Gejala-gejala defisiensi ada yang mirip dengan serangan hama. Serangan kutu putih ini tadinya kukira defisiensi seng (Zn) karena gejalanya mirip sekali seperti pertumbuhan sel batang yang tidak sempurna, daunnya kerdil, pertumbuhan pucuk mengerut dan jarak antar mata tunas pendek. Tetapi setelah diperhatikan lagi dan juga ada sahabat yang pernah mengalami gejala serupa rupanya ada kutu putih yang bersemayam dibalik kerutan daun.

Demikian derita akibat hama ini, mudah-mudahan berikutnya akan diperoleh cara-cara yang lebih efektif untuk membasminya.

Have a grape day.. ;)

3 comments: